A. Sejarah
Akechi Mitsuhide (1528-1582), gelarnya Hyuga no Kami dan Jubyoe no Jo. Nama panggilan lainnya Koreto Mitsuhide. Akechi Mitsuhide merupakan pelayan dan  pengkhianat bagi Oda Nobunaga. Anak dari Akechi Mitsukuni (yang mempunyai Istana di timur propinsi Mino), Mitsuhide mengabdi pertama kali kepada Saito dari Mino dan kemudian juga mengabdi pada Asakura Ujikage dari Echizen. Di tahun 1566 Mitsuhide menjadi pengirim pesan kepada Yoshiaki, dan kemudian dia baru mengabdi pada Oda Nobunaga. Mitsuhide membuktikan diri mampu menjadi seorang jenderal dan pada tahun 1571 di beri gelar Sakamoto-jo dan diberi daerah di Propinsi Omi. Ketika Nobunaga pergi berperang dengan Klan Mori, Mitsuhide diperintahkan untuk mengantar Oda Nobunaga dan pasukannya melewati perbatasan utara dari Chugoku dan menginvasi Tamba, dan dilanjutkan perjalanan ke Hatano, Tango dan kemudian bertempur dengan keluarga Isshiki.
 
Pertikaian dengan Nobunaga
Di tahun 1578 sebuah kejadian tragis terjadi dan melibatkan klan Hatano dari Tamba. Karena ingin segera menyelesaikan masalah, Mitsuhide membujuk Hatano Hideharu untuk menyerah. Tak disangka Nobunaga menolak mengabulkan permintaan Akechi untuk mengampuni klan Hatano dan akhirnya Hideharu di eksekusi pada tahun 1579. Keluarga Hatano merespon ini dengan mengatakan Mitsuhide seorang pengkhianat, dan kemudian keluarga Hatano membalas dendam dengan membunuh Ibu Mitsuhide di Omi. Mitsuhide tidak bisa berkata apa-apa, dan sebaliknya Nobunaga hanya diam saja tanpa memberikan bantuan kepada Mitsuhide. Mungkin ini yang menjadi alasan Mitsuhide membunuh Oda Nobunaga.
Insiden Honnoji
Di tahun 1582, Nobunaga memerintahkan Mitsuhide untuk menyiapkan pasukan dan bergerak ke barat untuk membantu Klan Mori melawan Toyotomi Hideyoshi. Sebaliknya Mitsuhide malah kembali ke kuil Honnonji tempat Oda Nobunaga bersembunyi dan membunuhnya beserta anaknya Nobutada dan mendeklarasikan diri sebagai Shogun. Sebenarnya Mitsuhide sudah merencanakan melakukan pemberontakan ini sehari sebelum kejadian, ketika dia menulis sebuah puisi untuk Guru Joha dan Shoshitsu dan juga menuliskan kalimat untuk Hideyoshi agar beruntung dalam penyerangan Benteng Takamatsu, dan juga sebuah kalimat yg provokatif yang dapat diartikan bahwa Toki (nama masa Kecil Mitsuhide) akan memerintah jepang. Pemberontakan Mitsuhide ini mengejutkan pihak kekaisaran, Akechi menjarah isi Istana Azuchi dan membagikan kepada pasukannya dan berteman dengan pemberontak lain yg melawan kekaisaran. Hideyoshi akhirnya menandatangani perjanjian damai dengan klan Mori dan bermaksud menyerang Mitsuhide. Pertempuran antara pasukan Hideyoshi dan Mitsuhide terjadi di Yamazaki dan dimenangkan oleh Hideyoshi, Mitsuhide terbunuh ketika dalam pelarian menuju Sakamoto.
Comments
0 Comments

Comments (0)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
;